Metode Khitan Lem | Rumah Sunat Jogja | Khitan Modern

Metode Khitan Lem Sunat adalah prosedur bedah yang paling umum pada anak laki-laki di dunia dan dilakukan karena alasan budaya, agama atau medis. Secara tradisional, jahitan terputus digunakan untuk menutup luka. Tetapi lem jaringan 2-Octyl cyanoacrylate (2-OCA) dapat digunakan sebagai metode alternatif untuk menutup luka sunat. Tujuan Untuk membandingkan penggunaan 2-OCA dengan jahitan yang dapat diserap pada penutupan luka. Sunat pada pasien praremaja dalam hal waktu operasi, tingkat komplikasi, nyeri pasca operasi dan hasil kosmetik.

Metode Khitan Lem

Desain studi
Kami secara retrospektif mengevaluasi 662 prosedur sunat menggunakan jahitan dan 609 prosedur menggunakan 2-OCA untuk penutupan luka pada anak laki-laki praremaja. Semua prosedur sirkumsisi dilakukan oleh 2 ahli bedah di satu pusat. Waktu operasi dikumpulkan dari sistem perangkat lunak bedah rumah sakit. 62% dari pasien dalam kelompok jahitan dan 59% dari pasien dalam kelompok 2-OCA disajikan untuk pemeriksaan pasca operasi 6 minggu setelah sunat. Data mengenai nyeri pasca operasi, kebutuhan untuk analgesia. Kepuasan kosmetik dan kemudahan perawatan luka dikumpulkan melalui kuesioner yang diisi oleh 25% dari orang tua anak laki-laki dalam kelompok jahitan dan 53% dari orang tua dalam kelompok 2-OCA.

Hasil
Waktu operasi rata-rata secara signifikan lebih pendek pada kelompok 2-OCA (13 menit) dibandingkan pada kelompok jahitan (17 menit). Komplikasi sebanding dan sebagian besar kecil. Reintervention hanya diperlukan dalam 3 kasus. Menurut orang tua, tingkat nyeri pasca operasi dan kebutuhan pasca operasi untuk analgesik secara signifikan lebih rendah pada kelompok 2-OCA. Luka yang ditutup dengan 2-OCA lebih mudah dirawat. Hasil kosmetik setelah 1 hari, setelah 1 minggu dan setelah 1 bulan pada kelompok 2-OCA secara signifikan lebih unggul daripada pada kelompok jahitan, menurut evaluasi orang tua.

metode khitan lem

Metode Lem

Baca Juga: Metode dan Tips Penyembuhan Pasca Melakukan Sunat Gemuk

Diskusi
Penggunaan 2-OCA pada penutupan luka sunat telah dilaporkan sebelumnya. Penelitian sebelumnya dengan jumlah pasien yang paling terbatas melaporkan rasa sakit yang lebih sedikit, waktu prosedur yang lebih singkat dan kepuasan ahli bedah yang lebih tinggi dalam hal hasil kosmetik. Penelitian ini adalah penelitian terbesar yang membandingkan penggunaan 2-OCA dan jahitan terputus pada penutupan luka sunat.

Karakter retrospektif penelitian, kurangnya alat kuesioner yang divalidasi untuk evaluasi kosmetik dan penggunaan evaluasi orang tua adalah keterbatasan penelitian ini.

Kesimpulan
Penggunaan 2-OCA pada penutupan luka sunat menghasilkan waktu operasi yang lebih pendek, dalam nyeri pasca operasi yang kurang, dalam perawatan luka pasca operasi yang mudah dan dalam kosmesis yang sangat baik jika dibandingkan dengan jahitan terserap yang terganggu. 2-OCA adalah teknik pilihan kami saat ini dalam penutupan luka sunat. Jahitan 2-OCA p nilai Nomor 692 608 NS Umur (tahun), rerata 4,28 4,04 0,025 Durasi operasi (menit), rerata 17 13 <0,0001 Tidak ada komplikasi 25 18 NS Penampilan kosmetik 4.36 4.76 <0.0001 Nyeri pasca operasi, rata-rata VAS 3.94 3.18 0.0034

Sumber: https://www.jpurol.com