Solusi Sunat Untuk Bayi Fimosis I Metode Sunat Anak Fimosis Terbaru
khitan bayi fimosis jogja

Sunat Bayi Fimosis Jogja

Saat curiga anak mengidap fimosis, sebagian besar orang tua enggan membawanya ke dokter karena khawatir sang anak nantinya akan langsung disunat. Padahal faktanya tak selalu demikian. Fimosis adalah kondisi penis di mana kulit preputium (kulit kulup penis) tidak dapat ditarik ke arah pangkal (belakang), yang mengakibatkan glans (kepala) penis dan lubang kencing tertutup kulit preputium.

Masih ingatkah cerita pasangan artis Zaskia Adya Mecca dan sutradara Hanung Bramantyo mengkhitan si kecil yang dilahirkan sang bunda di usia kurang dari seminggu? Lebih dari satu tahun yang lalu, publik pun penasaran apakah pengalaman sunat bayi fimosis itu membuat Bhre Kata, nama bayi mereka jadi rewel setelahnya.

“Banyak yang tanya gimana sunat bayi? Anaknya rewel apa nggak? Surprisingly anak kelar sunat si baby dikasih ke kita bisa pake diaper, nggak rewel sama sekali,” kisah Zaskia di akun Instagram-nya. Menurutnya, Kata juga tidur dengan pulas dan sama sekali nggak tampak kesakitan. Selain itu recovery pasca sunat bayi lebih cepat, di hari ketiga pun sudah bagus progresnya.

Zaskia dan Hanung memutuskan menyunat Kata yang belum genap seminggu karena pengalaman sunat bayi fimosis yang juga dialami anak sebelumnya, Kaba, juga keponakan Zaskia, Keefe. Menurutnya, fimosis benar-benar traumatis, apalagi sampai harus bolak-balik ke rumah sakit dan operasi lantaran mampet saluran kencingnya.

Ternyata Zaskia juga terkejut mengetahui bahwa di Saudi sudah hal biasa bayi baru lahir sebelum pulang disunat dulu di RS. Informasi ini didapatkan olehnya dari adik ipar yang memang berdomisili di Madinah. Banyak manfaat saat mengkihitan bayi dengan metode sunat untuk fimosis itu tidak ditunda-tunda. Selain menjadi lebih bersih, manfaat khitan bayi juga meminimalisir infeksi saluran kemih (ISK), recovery pada bayi lebih cepat, dan traumatis pun jauh lebih berkurang.

Kelainan fimosis, seperti yang dialami bayi Zaskia adalah kasus paling banyak yang cara mengatasinya dengan mengharuskan anak segera disunat. Kelainan fimosis berdasarkan pada keadaan di mana didapatkan konstriksi/penyempitan dari ujung kulit depan (foreskin) penis. Dalam kasus ini, bukan penisnya yang tidak berlubang, melainkan ada kulit yang menutup kepala penis. Fimosis bisa ditemukan karena faktor kongenital (bawaan sejak lahir) atau bisa juga akibat peradangan berulang pada kulit depan penis. Gejalanya bisa dilihat saat keadaan anak sulit buang air kecil.

Umumnya anak dengan kelainan fimosis sering mengalami mengejan saat akan pipis karena air kencing harus melalui saluran yang sempit akibat perlengketan. Kemudian, bagian belakang kepala penis tampak menggembung karena aliran yang tertahan tidak lancar tersebut. Kondisi ini mengakibatkan anak kesakitan luar biasa.

Orangtualah yang harus bisa membaca segala gejala yang ditimbulkan, terlebih pada anak balita yang masih sulit mengungkapkan rasa sakit yang sesungguhnya diderita. Terkadang kan terjadi salah paham. Bisa jadi anak sudah memberi tahu, tetapi orangtua tidak mengerti maksudnya. Langkah terbaik, saat orangtua mencurigai ada sesuatu dengan penis si anak, segera konsultasi dengan dokter.

Umumnya, untuk mengembalikan fungsi kencing anak akan dilakukan sunat fimosis. Dampaknya cukup signifikan dengan melakukan sunat fimosis besar bagi perkembangannya. Si anak tidak akan lagi kesakitan pada saat buang air kecil (BAK) sehingga ia bisa bermain-main seperti yang lain.

Pada tahap awal, anak yang akan di sunat fimosis mesti menjalani pemeriksaan darah rutin di laboratorium. Untuk proses sunatnya, cara paling aman adalah dengan membebaskan perlengketan antara preputium dan glans penis. Selanjutnya, kulit yang berlebih ini dipotong melingkar sejajar dengan dasar dari glans penis. Kemudian, perdarahan dihentikan dan kulit luar serta dalam dilekatkan kembali lewat penjahitan. Apabila menggunakan metode klamp, tidak memerlukan jahitan karena fungsi jahitan digantikan oleh nikrose yang terbentuk selama 5 hari.

Pada keadaan normal, proses penyembuhan sunat fimosis berlangsung 5-7 hari. Bahkan  ada juga yang baru tiga hari sudah kering. Hal ini bisa terjadi asalkan perawatan sesudah sunat benar-benar dilakukan. Orangtua, misalnya, benar-benar menjaga agar luka si anak makin lama makin kering, jangan malah basah kembali, agar terhindar dari infeksi.

Nah, untuk menjaga supaya tidak timbul infeksi setelah sunat fomosis, daerah jahitan dibalut dengan kasa steril yang dibubuhi antiseptik. Bila balutan sedikit kena air kencing, biasanya tidak apa-apa. Sesudah anak kencing, kepala penis dapat dibersihkan pelan-pelan dan hati-hati dengan kasa basah. Selama perawatan dilakukan dengan benar, tak lama lagi Anda akan segera melihatnya bermain-main kembali bersama teman-temannya.

Menurut pengalaman Zaskia Mecca mengawasi Bhre Kata setelah menggunakan metode sunat untuk fimosis, anaknya tidak dimandikan cemplung air selama tiga hari supaya tidak basah terus dan rajin mengganti diaper 1-2 jam sekali. Sedangkan untuk perawatannya, lanjut Zaskia, juga tidak terlalu repot. Hanya dengan menyiramkan NaCl setap selesai membersihkan bekas sunat, lalu di jahitannya diolesi salep. Pengalamannya ini dibagikan masih di akun instagramnya.

Bagaimana jika gejala fimosis pada anak tidak segera ditangani oleh orang tua? Akibatnya fimosis dapat mengakibatkan infeksi saluran kencing, balanitis (infeksi pada glans penis), atau balanoposthitis (infeksi pada glans penis serta preputium). Gejala yang tampak pada balanitis, lanjutnya, yaitu glans penis tampak membengkak dan meradang, jika kencing disertai rasa sakit. Fimosis yang tak ditangani juga bisa menimbulkan infeksi saluran kemih berulang. Biasanya kondisi ini ditandai dengan demam hilang timbul, nyeri saat BAK, berat badan tidak naik, serta nafsu makan menurun.

Namun, metode sunat untuk fimosis baru bisa dilakukan bila anak dalam keadaan sehat, tidak batuk, pilek, atau demam. Beberapa jam sebelum sunat, anak juga diharuskan puasa karena akan diberi obat bius. Akan tetapi, perlu diingat, sunat sama sekali tidak memengaruhi alat reproduksi anak kelak. Sebab, alat reproduksi dan penis mempunyai fungsi berbeda. Jadi, salah besar kalau ada mitos yang menyebutkan sunat terlalu dini akan mengganggu fungsi reproduksi.

Bagi Anda yang berdomisili di wilayah Jogjakarta dan sekitarnya, dokter sunat bayi di Jogja sudah banyak di temui di sejumlah klinik atau tempat khitan yang terpercaya. Sunat bayi fimosis di Yogyakarta yang memiliki reputasi kepuasan pasien terbaik, salah satunya di Rumah Sunat Jogja.

Biaya sunat fimosis di Rumah Sunat Jogja cukup menarik dan terjangkau. Selain itu juga sudah termasuk mendapatkan fasilitas-fasilitas terbaik yang menjadi unggulan di Rumah Sunat Jogja. Ayo, segera daftar sunat stapler di layanan online Rumah Sunat Jogja 081328883225 atau daftar online di website rumahsunatjogja.com.

0 Shares